Rabu, 06 Mei 2015

Perkembanga Suku Lom di Indonesia



Perkembangan Suku Lom
Latar belakang suku lom
Suku Lom merupakan suku yang tinggal di Dusun Air Abik, Dusun Tuing dan Dusun Pejam. Pada awalnya suku ini sering disebut juga suku Mapur karena sebagian besarnya dulu komunitas ini tinggal di Dusun Mapur. Kawasan Suku lom ini hanya berjarak sekitar 13 kilometer dari kecamatan Belinyu dan masih termasuk dalam kelurahan desa Gunung Muda.
Suku lom dibangun dari keyakinan bahwa mereka dilahirkan dari alam semesta. Gunung, hutan, sungai, bumi, langit dan hewan merupakan bagian dari alam semesta yang menyatu dengan nenek moyang sehingga harus dihargai. Tetapi, suku ini cenderung menghindari budaya asing yang bertentangan dengan tradisi. Dikarenakan jika budaya dari luar masuk maka kebudayaan dan bahkan adat istiadat masyarakat akan semakin berkurang. Kehidupan masyarakat adat Air Abik memiliki kekhasan sendiri yang diharapkan terjaga dari generasi kegenerasi. Agar tatanan hidup dapat terjaga, maka salah satu yang harus dilindungi yaitu hutan KAT (Komunitas Adat Terpencil).
Kemurnian suku lom ini masih dibumbui berbagai mitos, misteri atau legenda yang menakutkan sehingga masyarakat yang ada diluar suku Lo mini enggan menyinggahi kawasan ini. Sebutan Lom pada suku tersebut merujuk komunitas yang “belum” memeluk suatu agama, sebutan itu mulai muncul sejak zaman kolonial Belanda yang berusaha mengidentifikasi penduduk berdasarkan agama yang dianut. Hingga sekarang, anggota suku yang masih memeluk adat disebut “Lom”, sedangkan yang telah memeluk agama formal tertentu berarti telah menjadi “bukan Lom”. Perbedaan penyebaran penduduk secara geografis menimbulkan perbedaan karakteristik masing-masing masyarakat, baik dari segi ekonomi, social, budaya dan lain-lain.
Masyarakat suku Lom ini dulunya sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi adanya Globalisasi masyarakat ini cenderung berpindah menjadi buruh Tambang dan bahkan sebagian wilayah hutan KAT (Komunitas Adat Terpencil) mereka digarap untuk lahan pertambangan. Bahkan adat istiadat yang dulunya masih kental seperti larangan- larangan, adat pernikahan dan acara nuju jerami sudah mengalami perubahan. Hal ini masyarakat suku Lom masih sedikit memegang teguh kepercayaannya terhadap nenek moyang mereka. Jadi, kepercayaan-kepercayaan yang dulunya hanya dikembangkan atau dilakukan sebagian saja. Rumah khas mereka adalah rumah pondok dan juga mereka memiliki tarian khas yaitu tari hudoq. Tradisi pesta panen atau tradisi Lom Plai dengan serangkaian ritual dilaksanakan oleh Suku Dayak Wehea di Kalimantan Timur. Tradisi unik yang terkadang terasa mistis menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan.Saat fajar mulai menyingsing, kesibukan mulai terlihat hampir di seluruh pelosok Desa Long Wehea, Kalimantan Timur. Deretan rumah-rumah panggung, seolah serentak bangun dari tidurnya untuk menyambut puncak ritual pesta panen (Lom Plai) yang telah ditunggu selama sebulan penuh. Semuanya pun larut dalam kesibukan berbalut suasana kegembiraan.Pesta panen (Lom Plai) tiba, para tamu dari berbagai kampung akan datang. Pertanda pesta puncak Lom Plai segera dimulai. Seluruh warga di setiap rumah seakan berlomba untuk menyambut tamu, kerabat, atau orang-orang yang sekadar datang untuk menyaksikan ritual puncak nan unik ini.Pada pagi hari, seluruh warga larut dalam kesibukan masing-masing. Para tamu dari luar kampung pun mulai berdatangan. Teriakan dalam bahasa Wehea mulai membahana, memanggil warga untuk berkumpul di beberapa tempat yang telah ditentukan.Beragam persiapan telah selesai dipersiapkan untuk menggelar ritual. Di tepi Sungai Wehea, tampak beberapa perahu telah ditepikan.Ritual pertama pun siap digelar. Prosesi pertama yang akan dilakukan sebelum acara puncak adalah Seksiang. Seksiang adalah sebuah ritual perang-perangan dalam tradisi masyarakat Wehea yang selalu dilaksanakan pada puncak pesta panen tersebut sekaligus sebagai perlambang kesatriaan pendahulu mereka dimasa lalu.Dengan berkelompok mereka menuruni titian dan jembatan panjang menuju tepian sungai tempat perahu ditambat. Para peserta upacara mengenakan pakaian tradisional yang dilengkapi dengan mandau atau sejenis parang dan perisai. Kemudian, satu persatu perserta ritual menaiki perahu untuk menuju ke hulu sungai.Perlahan dayung pun dikayuh. Puluhan perahu berlomba menuju hulu sungai yang berada di sebuah tanjung untuk mengambil batang-batang sejenis rumput gajah bernama weheang. Keriuhan akibat teriakan-teriakan khas suku Wehea menjadi pelengkap persiapan. Mereka berlomba untuk memenuhi seisi perahu dengan tombak Weheang. Bayang-bayang peperangan terbersit dalam rona muka para pemuda Wehea. Sebentar lagi, mereka akan mempertontonkan serta melanjutkan tradisi para pendahulu mereka.Semuanya telah siap melakukan perang! Mereka mengayuh perahu menuju bagian tengah sungai disertai teriakan-teriakan sekaligus mencari tantangan untuk memulai ritual. Semuanya berlomba untuk menunjukan siapa yang paling kuat di antara mereka. Sungai Wehea pun berubah menjadi medan perang. Puluhan tombak Weheang seolah beterbangan mencari sasaran.Para pengunjung pun seakan tidak ingin melewatkan momen tersebut. Mereka berjejer di tepi sungai dan jembatan kampung. Wisatawan dan masyarakat desa berbaur untuk menyaksikan para pemuda beradu ketangkasan dalam melempar tombak Weheang.Namun, dalam ritual ini tidak ada yang menang ataupun kalah. Semuanya berakhir dan merapat tepat di bagian hilir kampung. Raut muka lelah membungkus wajah para pemuda yang ikut berperang.Episode awal dari ritual puncak telah dilewati. Kini, saatnya untuk membersihkan diri melalui ritual lainnya, yaitu dalam ritual Peknai. Ritual ini diisi dengan acara siram-siaraman dan menggoreskan arang pada wajah semua warga termasuk pengunjung.Setelah semua ritual awal dilaksanakan, saatnya beristirahat. Tanpa perlu membersihkan wajah yang penuh dengan goresan arang hitam, mereka larut dalam kegembiraan bersama. Seluruh rumah menyediakan aneka makanan yang dapat disantap oleh siapa saja. Tidak ketinggalan, makanan khas yang menjadi menu wajib dalam semua ritual adat Wehea, yaitu pluq (lemang) dan sambal psooh tersaji dan menggugah selera setiap pengunjung.

Jelang sore, kampung semakin ramai, para pengunjung pun mulai berdatangan dan memenuhi tanah lapang tempat ritual Lom Plai dilaksanakan. Para tetua adat laki-laki dan perempuan dengan pakaian tradisional Wehea pun mulai memasuki lokasi ritual.Berjalan perlahan menuju sebuah telkeak yang didirikan sebagai tempat manaruh sesajen. Sesajen-sesajen yang tersebut akan dipersembahkan kepada para penguasa alam.Sementara itu, terdengar jelas paluhan gong dan tetabuhan tewung dari dua arah berlawanan menjadi pertanda Hudoq telah datang. Suara-suara khas Hudoq mulai terdengar, hentakan kaki beradu dengan bunyi-bunyian gong dan tewung.Kibasan pakaian khas Hudoq yang terbuat dari daun pisang serta beragam topeng Hudoq dan teriakan-teriakan khasnya menciptakan suasana yang berbeda sore ini. Kedua barisan penari akan bersatu dalam sebuah barisan panjang menuju telkeak dan berdiri di belakang para tetua adat perempuan yang duduk di atas tikar rotan.Sekaranglah saatnya untuk memanggil roh Hudoq yang dipercaya berasal dari dalam tanah, air dan khayangan. Suara nyanyian dari para perempuan adat membahana di seantero areal ritual.Mantra dan doa dalam bentuk nyanyian pun mulai dilafalkan. Bersamaan dengan itu, sesajen untuk para dewa telah disiapkan. Seekor anak ayam Sian, ditambah dengan telur ayam kampung serta lekok keptiaq, turut menjadi pelengkap yang dipersembahkan.Menggunakan sebilah pisau khas suku Dayak, seorang tetua adat mulai memotong leher anak ayam. Kemudian, darahnya dimasukan pada sebuah wadah untuk persembahan kepada para Hudoq. Secara berurutan, darah ayam dicerahkan pada seluruh penari Hudoq disertai taburan beras serta lekok keptiaq. Bersamaan dengan itu suara para penari Hudoq pun kembali membahana dalam ritual Lom Plai.Hentakan kaki serta suara-suara khas bergema dan perlahan membentuk sebuah formasi melingkar. Semuanya menyatu dalam gerak dan irama paluhan gong dan tetabuhan tewung.Suasana semakin meriah, saat Hudoq beraksi. Ribuan pasang mata seolah tidak ingin berkedip atau sekadar menonton momen tersebut. Para Hudoq benar-benar menjadi magis dalam ritual puncak. Gerak tari para penari Hudoq seakan membius siapa saja yang menyaksikannya tidak terkecuali para fotograger yang tidak ingin kehilangan momen sedetik pun.Saat sore mendekati senja, ritual diselesaikan. Perlahan, para penari Hudoq serta penari lainnya meninggalkan tempat ritual untuk kembali lagi bersama dalam ritual yang berbeda saat embos epaq plai. Ini pun menjadi pertanda berakhirnya rangkaian ritual panjang selama Pesata Lom Plai.

Mayoritas Kekerabatan Suku Lom
Kepala Dusun Air Abik, Tagtui, menjelaskan, dari 139 keluarga yang tercatat, sebanyak 62 orang tertulis beragama Islam, 13 Kristen, dan dua orang Buddha. Sebanyak 62 orang lagi memeluk kepercayaan adat atau masih murni “Lom”. Namun, sebagian besar warga yang secara formal telah memeluk agama juga masih memercayai adat yang dipatuhi sejak nenek moyang.
Adat Istiadat Suku Lom
Menurut penuturan tetua adat setempat, Mang Sikat (62), adat suku Lom dibangun dari keyakinan bahwa mereka dilahirkan dari alam semesta. Gunung, hutan, sungai, bumi, langit, dan hewan merupakan bagian dari alam semesta yang menyatu dengan nenek moyang sehingga harus dihargai. Dalam setiap perwujudan alam terdapat roh atau kekuatan yang selalu menjaga dan mengawasi manusia. Kutukan akan menimpa siapa pun yang melanggar kekuatan alam.Keyakinan akan kutukan itu diperkuat oleh mantra-mantra yang digunakan untuk setiap tindakan yang dimuati tujuan khusus. Ada mantra untuk jirat, yaitu semacam doa untuk menjaga ladang dari pencurian. Ada mantra untuk menghipnotis orang agar mengakui kejahatan yang dilakukan. Juga ada semacam gendam untuk menarik minat lawan jenis sehingga jatuh cinta atau untuk menjaga kelanggengan pernikahan.
Berbagai mantra itu terutama dikuasai para dukun adat demi menjaga keamanan dari serangan luar, melestarikan tatanan sosial, sekaligus menempa kepercayaan diri setiap anggota suku. Meski digunakan dengan hati-hati untuk keperluan khusus, keampuhan mantra suku Lom acap jadi gunjingan khalayak luas sehingga masyarakat cenderung berhati-hati terhadap kekuatan magis suku itu.Keyakinan itu melahirkan adat unik yang sebagian masih ditaati suku Lom hingga kini. Mayat anggota suku yang meninggal, misalnya, tidak boleh diantar ke kubur melalui pintu depan karena dia pergi untuk selamanya dan tidak kembali lagi. Mayat dibawa lewat pintu belakang, atau bila perlu menjebol dinding samping.Adat lain, wanita hamil dilarang duduk di tangga rumah karena tangga menjadi perlintasan roh-roh. Roh-roh itu bisa masuk dalam kandungan sehingga menghambat proses kelahiran. Bersiul di ladang juga dihindari karena akan mengusir roh kehidupan yang memasuki tanaman yang baru tumbuh, akibatnya bisa gagal panen.
Sumber :


Jumat, 03 April 2015

URL BLOG TUGAS IBD

Assalamualaikum wr.wb
yth.bapak lukman.
ini url dari blog saya tentang tugas mengenai kebajikan, makna, dan faktor yang mempengaruhi tingkah seseorang tolong di lihat 



http://nizaulia.blogspot.com/

Jelaskan mengenai kebajikan

Jelaskan Mengenai Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakikatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika. Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan. Manusia merupakan makhluk sosial: manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi, yaitu: manusia sebagai pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat, dan manusia sebagai makhluk Tuhan.
 Manusia sebagai pribadi dapat menentukan baik dan buruk. Yang menentukan baik dan buruk itu suara hati. Suara hati itu semacam bisikan dalam hati untuk menimbang perbuatan baik atau tidak.
Makna dari kebajikan
Istilah kebajikan disini merupakan terjemahan dari virtue (Inggris) atau birr (Arab) yang pada umumnya dikaitkan dengan kualitas moral. Bagi Schuon, istilah kebajikan merujuk pada kualitas yang harus merasuki atau dipenetrasikan dalam semua kegiatan kita. Kenapa harus? Karena tanpa kebajikan suatu kegiatan akan kehilangan makna spiritual dan keberkahannya. Karena ruang lingkup kegiatan luas (mencakup “tindakan” berpikir) maka demikian halnya makna kebajikan.
Keluasan makna kebajikan dapat dilihat padanan kata virtue yang mencakupintegrity, justice, temperance, purity, decency, merit, distinction dan excellence. Dari “daftar” itu jelas makna kebajikan mencakup integritas, keadilan, kebersahajaan, kepolosan (dalam arti positif) dan sebagainya. Keluasan makna kebajikan juga dapat dilihat dalam padanan katanya dalam Bahasa Arab (birr) yang mencakup makna kejujuran (asshidqu) dan ketaatan (tha’ah) kebaikan (khair), kemasalahatan (ishlah), dan sebagainya.
Faktor yang mempengaruhi tingkah seseorang
Faktor Genetik atau Faktor Endogen
Faktor genetik atau keturunan merupakan konsepsi dasar atau modal untuk kelanjutan perkembangan perilaku makhluk hidup itu. Faktor genetik berasal dari dalam diri individu (endogen), antara lain:
 
a. Jenis Ras
Setiap ras di dunia memiliki perilaku yang spesifik saling berbeda satu dengan yang lainnya.
Tiga kelompok ras terbesar, yaitu:
(1). Ras kulit putih atau ras Kaukasia.
Ciri-ciri fisik : Warna kulit putih, bermata biru, berambut pirang.
Perilaku yang dominan : Terbuka, senang akan kemajuan, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
(2).Ras kulit hitam atau ras Negroid.
Ciri-ciri fisik : Berkulit hitam, berambut keriting, dan bermata hitam.
Perilaku yang dominan : Keramah tamahan, suka gotong royong, tertutup, dan senang dengan upacara ritual.

b. Jenis Kelamin
Perbedaan perilaku pria dan wanita dapat dilihat dari cara berpakaian dan melakukan pekerjaan sehari-hari, pria berperilaku atas dasar pertimbangan rasional atau akal, sedangkan wanita atas dasar pertimbangan emosional atau perasaan. Perilaku pada pria di sebut maskulin sedangkan perilaku wanita di sebut feminim.
c. Sifat Fisik
Kalau kita amati perilaku individu berbeda-beda karena sifat fisiknya, misalnya perilaku individu yang pendek dan gemuk berbeda dengan individu yang memiliki fisik tinggi kurus.
d. Sifat Kepribadian
Salah satu pengertian kepribadian yang dikemukakan oleh Maramis (1999) adalah : “keseluruhan pola pikiran, perasaan dan perilaku yang sering digunakan oleh seseorang dalam usaha adaptasi yang terus menerus terhadap hidupnya”
e. Bakat Pembawaan
Bakat menurut Notoatmodjo (1997) yang mengutip pendapat William B. Micheel (1960) adalah : “kemampuan individu untuk melakukan sesuatu yang sedikit sekali bergantung pada latihan mengenal hal tersebut”. Bakat merupakan interaksi dari faktor genetik dan lingkungan serta bergantung pada adanya kesempatan untuk pengembangan.
 

f. Intelegensi
Menurut Terman intelegensi adalah : “kemampuan untuk berfikir abstrak” (Sukardi, 1997). Sedangkan Ebbieghous mendefenisikan intelegensi adalah : “kemampuan untuk membuat kombinasi” (Notoatmodjo, 1997). Dari batasan terebut dapat dikatakan bahwa intelegensi sangat berpengaruh terhadap perilaku individu. Oleh karena itu, kita kenal ada individu yang intelegen, yaitu individu yang dalam mengambil keputusan dapat bertindak tepat, cepat dan mudah. Sebaliknya bagi individu yang memiliki intelegensi rendah dalam mengambil keputusan akan bertindak lambat.


Selasa, 11 November 2014

Perbedaan kebudayaan barat dan timur

Perbedaan Antara Budaya Barat Dan Timur - Berbicara tentang perbedaan budaya barat dan timur, maka perlu dipandang dari beragam aspek mulai dari adat istiadat, gaya hidup, cara berpakaian, makanan, cara berpikir, teknologi, transportasi, sopan santun dan sebagainya. Baik budaya barat atau timur, masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.
Budaya Barat

Letak perbedaan antara budaya barat dan timur bisa pertama kali dilihat dari etika moral, adat istiadat dan cara penyelesaian masalah. Budaya barat mengenal etika moral yang lebih bebas, dimana masyarakat tidak malu mengumbar kemesraan seperti berciuman di depan publik. Adat istiadat tidak terlalu kuat, pengaruhnya sangat lemah bila dibandingkan hukum negara. Penyelesaian sebuah masalah dalam budaya barat langsung ke inti utama, tak berbelit-belit dan masalah lebih cepat terselesaikan.

Budaya barat terkenal dengan kebebasan, baik dalam gaya berpakaian ataupun pergaulan. Setiap orang punya hak untuk mengekspresikan cara berpakaian, entah itu terbuka ataupun tertutup. Mereka tak pernah malu akan pakaian yang dikenakan. Pembatasan dalam hal pergaulan tidak begitu ketat, kumpul kebo ataupun perilaku seks bebas seakan bukan hal tabu. Meskipun begitu, masyarakat dikenal bersifat individualisme, lebih mementingkan diri sendiri.

Perbedaanbudaya barat dan timur juga terletak dalam penyediaan fasilitas, penggunaan teknologi dan pemanfaatan waktu. Fasilitas publik tersedia dalam jumlah yang memadai, menjangkau semua elemen masyarakat. Kemajuan teknologi sangat terasa di beberapa sektor. Penganut budaya barat punya prinsip, time is money, dimana waktu benar-benar dihargai.

Budaya Timur

Budaya timur mempunyai etika moral dan adat istiadat yang lebih ketat, namun dalam penyelesaian masalah sedikit lebih rumit. Beragam adat istiadat masih dijunjung tinggi oleh masyarakat bahkan bersanding dengan hukum negara. Orang penganut budaya ketimuran sedikit terbelit-belit dalam menyelesaikan masalah dan tertutup.

Perbedaanbudaya barat dan timur tampak jelas dari pergaulan dan gaya berpakaian. Orang penganut budaya ketimuran masih menjunjung tinggi masalah kesopanan dalam berpakaian, lebih tertutup dan tak terlalu terbuka. Penganut budaya ketimuran tidak menyukai pergaulan yang terlalu bebas dan merusak moral, namun mereka termasuk golongan masyarakat yang ramah dan gemar gotong royong.

Penganut budaya ketimuran sering terlena dengan waktu, tak dimanfaatkan dengan baik. Kemajuan teknologi tergolong sedikit lambat dan kurang merata, begitu juga ketersediaan fasilitas publik yang masih terbatas untuk beberapa kalangan saja.

Kesimpulan Perbedaan Antara Budaya Barat Dan Timur

Perbedaan budaya barat dan timur tampak jelas dari beragam aspek, keduanya saling berseberangan satu sama lain. Budaya barat sering dipandang negatif oleh penganut budaya ketimuran, namun unggul di sektor teknologi. Budaya timur sering dipandang kaku oleh penganut budaya kebaratan, namun unggul dalam hal moral, sopan santun dan adat istiadat.

Jumat, 31 Oktober 2014

Pengertian Kepribadian dan Kebudayaan

PENGERTIAN KEPRIBADIAN DAN KEBUDAYAAN


Pengertian Kepribadian

Kepribadian adalah semua corak perilaku dan kebiasaan individu yang terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan diri terhadap segala rangsangan baik dari luar maupun dalam. perilaku dan kebiasaan ini merupakan kesatuan fungsional yang khas pada seseorang. Perkembangan kepribadian tersebut bersifat dinamis, artinya selama individu masih bertambah pengetahuannya dan mau belajar serta menambah pengalaman dan keterampilan, mereka akan semakin matang dan mantap kepribadiannya.

Berdasarkan Pengertian diatas maka perilaku individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan akan berbeda-beda. Semua perilaku tersebut bersifat khas artinya hanya dimiliki oleh individu itu meskipun orang lain memiliki perilaku yang sama mungkin pemaknaannya berbeda , misalnya ada yang makan karena belum sarapan , ada yang makan karena ikut teman atauada yang makan karena mengisi waktu saja .

Kepribadian adalah ciri , karakteristik , gaya atau sifat-sifat yang memang khas dikaitkan dengan diri kita sendiri . Bahwa kepribadian itu bersumber dari bentukan yang kita terima dilingkungan jadi yang disebut kepribadian itu adalah campuran dari yang bersifat psikologis , kejiwaan dan juga fisik.

Definisi kepribadian menurut beberapa ahli antara lain sebagai berikut :
a. Yinger Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan system kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi.

b. M.A.W Bouwer 
Kepribadian adalah corak tingkah laku social yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang.

c. Cuber
Kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.

d. Theodore R. Newcombe Kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku. 




Pengertian Kebudayaan

kebudayaan berasal dari kata budh- budhi- budhaya dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada yang mengatakan bahwa kebudayaan yang berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsur jasmani, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia
Definisi Kebudayaan Menurut para Ahli
Berikut ini definisi-definisi kebudayaan yang dikemukakan beberapa ahli :

1. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, Ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan sosial.
3. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar.
4. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
5. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.
6. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

7. Francis Merill
• Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social
o Semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi simbolis.

8. Bounded et.alKebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat. Pesan-pesan tentang kebudayaan yang di harapkan dapat di temukan di dalam media, pemerintahan, intitusi agama, sistem pendidikan dan semacam itu.
9. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.

10. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.

11. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
Kesimpulan
Dari berbagai definisi di atas, dapat diperoleh kesimpulan mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide gagasan yang terdapat di dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi social, religi seni dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Sumber : http://ranggaindrasatria.blogspot.com/2011/12/pengertian-kepribadian-dan-kebudayaan.html

Jumat, 24 Oktober 2014

Pertumbuhan Penduduk

1.  A. Pertumbuhan Penduduk
·         Pengertian pertumbuhan penduduk ialah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya.
·         Faktor-faktor yang mempengaruhi pertambuhan penduduk:
1. Kelahiran (Fertilitas)
Kelahiran merupakan faktor alami. Kelahiran adalah bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah.
2. Kematian (Mortalitas)
Kematian merupakan faktor alami. Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen atau berkurangnya penduduk pada suatu wilayah.
3. Perpindahan (Migrasi)
Migrasi merupakan faktor non-alami. Faktor terakhir yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan penduduk suatu daerah adalah Perpindahan (Migrasi) atau Mobilitas Penduduk yang artinya proses gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu.
·         Macam-macam pertumbuhan penduduk:
1. Pertumbuhan Penduduk Alami
Pertumbuhan penduduk alami adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian.
2. Pertumbuhan Penduduk Migrasi
Pertumbuhan penduduk migrasi adalah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih migrasi masuk dan migrasi keluar.
3. Pertumbuhan Penduduk Total
Pertumbuhan penduduk total adalah pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian, dan migrasi.
·         Dampak Pertumbuhan Penduduk:
1.     Lahan tempat tinggal dan bercocok tanam berkurang.
2.     Semakin banyaknya polusi dan limbah yang berasal dari rumah tangga, pabrik, perusahaan, industri, peternakan, dll
3.     Angka pengangguran meningkat.
4.     Angka kesehatan masyarakat menurun.
5.     Angka kemiskinan meningkat.
6.     Pembangunan daerah semakin dituntut banyak.
7.     Ketersediaan pangan sulit.
8.     Pemerintah harus membuat kebijakan yang rumit.
9.     Angka kecukupan gizi memburuk.
10.Muncul wanah penyakit baru
B. Migrasi
·         Migrasi adalah adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain.
·         Macam – Macam Migrasi:
1. Migrasi Internasional adalah  perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. Migrasi internasional dibagi menjadi tiga , yaitu :
- Imigrasi: Masuknya penduduk ke suatu negara
- Emigrasi: Keluarnya penduduk ke negara lain
- Remigrasi: Kembalinya Penduduk ke negara
2. Migrasi Nasional adalah perpindahan penduduk di dalam satu negara. Dibagi menjadi empat , yaitu:
- Urbanisasi: Perpindahan penduduk Dari Desa ke Kota
- Transmigrasi: Perpindahan penduduk Dari Pulau ke Pulau
- Ruralisasi: Perpindahan penduduk Dari Kota ke Desa
- Evakuasi: Perpindahan penduduk Dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman, biasanya terjadi kerena bencana alam, peperangan, dll.
·         Faktor-faktor Penyebab Terjadinya MigrasiSecara umum faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya migrasi adalah sebagai berikut :
-Faktor ekonomi, yaitu ingin mencari kehidupan yang lebih baik di tempat yang baru
- Faktor keselamatan, yaitu ingin menyelamatkan diri dari bencana alam seperti tanah longsor, gempa bumi, banjir, gunung meletus dan bencana alam lainnya
- Faktor keamanan, yaitu migrasi yang terjadi akibat adanya gangguan keamanan seperti peperangan, dan konflik antar kelompok
- Faktor politik, yaitu migrasi yang terjadi oleh adanya perbedaan politik di antara warga masyarakat seperti RRC dan Uni Soviet (Rusia) yang berfaham komunis
- Faktor agama, yaitu migrasi yang terjadi karena perbedaan agama, misalnya terjadi antara Pakistan dan India setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris
- Faktor kepentingan pembangunan, yaitu migrasi yang terjadi karena daerahnya terkena proyek pembangunan seperti pembangunan bendungan untuk irigasi dan PLTA
- Faktor pendidikan, yaitu migrasi yang terjadi karena ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
·         Proses Migrasi
• Proses migrasi ia menetap di suatu wilayah
• Proses migrasi hanya sementara diwilayah itu sewaktu-waktu ia dapat kembali lagi ke wilayah tempat asalnya
• Hanya sekedar berlibur diwilayah itu
Proses keberangkatan migrasi bisa dilakukan dengan cara-cara tertentu misalkan kalau imigran hanya satu orang bisa melakukannya dengan naik sepeda motor, kalau imigran dengan banyak orang satu keluarga maka bisa melakukannya dengan naik kendaraan roda empat atau juga naik kapal laut itulah yang biasa dilakukan imigaran dalam melakukan migarasi di Negara Indonesia. Tahun pun makin lama makin berlaju dan proses imigrasi pun menjadi sangat lebih pesat dan perubahan yang terjadi dari mulai tahun yang lalu higga tahu ini sangatlah banyak, pada tahun ini tercatat banyak sekali imigran illegal/gelap yang tidak mendaftarkan dirinya pada sensus penduduk pada kota asalnya balia semua itu terjadi begitu saja tanpa adanya rasa kesadaran maka makin lama akan terjadi kepadatan penduduk akan teradi dan susah menanganinya dikarenakan susahnya mendata para imigran.

·         Dampak Migrasi Penduduk
Migrasi penduduk baik internal atau nasional maupun eksternal atau internasional masing-masing memiliki dampak positif dan negatif terhadap daerah asal maupun daerah tujuan. Berikut adalah dampak dari Imigrasi:
1.     Dampak Positif dan Negatif Migrasi Internasional antara lain:
             Dampak Positif Imigrasi:
- Dapat membantu memenuhi kekurangan tenaga ahli
- Adanya penanaman modal asing yang dapat mempercepat pembangunan
- Adanya pengenalan ilmu dan teknologi dapat mempercepat alih teknologi
- Dapat menambah rasa solidaritas antarbangsa
            Dampak Negatif Imigrasi
- Masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa
- Imigran yang masuk adakalanya di antara mereka memiliki tujuan yang kurang baik seperti pengedar narkoba, bertujuan politik, dan lain-lain.
            Dampak Positif Emigrasi
- Dapat menambah devisa bagi negara terutama dari penukaran mata uang asing
- Dapat mengurangi ketergantungan tenaga ahli dari luar negeri, terutama orang yang belajar ke luar negeri dan kembali ke negara asalnya
- Dapat memeperkenalkan kebudayaan ke bangsa lain
            Dampak Negatif Emigrasi
- Kekurangan tenaga terampil dan ahli bagi negara yang ditinggalkan
- Emigran tidak resmi dapat memperburuk citra negaranya.
2. Dampak Positif Migrasi Nasional antara lain :
           Dampak Positif Transmigrasi
- Dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama transmigran
- Dapat memenuhi kekurangan tenaga kerja di daerah tujuan transmigrasi
- Dapat mengurangi pengangguran bagi daerah yang padat penduduknya
- Dapat meningkatkan produksi pertanian seperti perluasan perkebunan kelapa sawit, karet, coklat dan lain-lain
- Dapat mempercepat pemerataan persebaran penduduk
           Dampak Negatif Transmigrasi
- Adanya kecemburuan sosial antara masyarakat setempat dengan para transmigran.
- Terbengkalainya tanah pertanian di daerah trasmigrasi karena transmigran tidak betah dan kembali ke daerah asalnya.
           Dampak Positif Urbanisasi
- Dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota
- Mengurangi jumlah pengangguran di desa
- Meningkatkan taraf hidup penduduk desa
- Kesempatan membuka usaha-usaha baru di kota semakin luas
- Perekonomian di kota semakin berkembang
           Dampak Negatif Urbanisasi
- Berkurangnya tenaga terampil dan terdidik di desa
- Produktivitas pertanian di desa menurun
- Meningkatnya tindak kriminalitas di kota
- Meningkatnya pengangguran di kota
- Timbulnya pemukiman kumuh akibat sulitnya mencari perumahan
- Lalu lintas di kota sangat padat, sehingga sering menimbulkan kemacetan lalu lintas.

2. Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
contoh kasus:
Baju Kebaya merupakan pakaian asli Indonesia sejak zaman Kerajaan Majapahit, sekitar abad 15M. Bentuknya yang sederhana dan sopan dapat diterima oleh agama islam. Pada zaman tersebut, kebaya digunakan sebagai pakaian sehari-hari kaum wanita Indonesia. Baju ini juga digunakan hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Seiring dengan berjalannya waktu, Negara Indonesia telah tumbuh dan berkembang. Pada zaman sekarang ini, baju kebaya di gunakan hanya pada acara-acara tertentu saja, biasanya digunakan pada acara yang resmi/sakral seperti, pada acara pernikahan, acara keulusan/ wisuda, upacara adat, dll. Bahkan disainer-disainer Indonesia sudah banyak yang menjadikan baju kebaya sebagai projek rancangan mereka, lalu ditampilkan dalam sebuah acara fashion show.

3. Kebudayaan Barat
Kebudayaan barat adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara mamahami ilmu pengtahuan dan filsafat. Kebudayaan Barat tak bisa langsung diartikan kebudayaan yang datang dari barat. Budaya barat bukanlah sebuah istilah sebuah arah mata angin yaitu budaya pada bagian barat kita, melainkan sebuah istilah yang berawal dari kawasan eropa barat.
contoh kasus:
Negara Indonesia tersohor dengan budayanya yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan, terutama dalam hal berpakaian. Hal tersebut tercermin dari para leluhur bangsa Indonesia pada zaman dahulu, terutama kaum wanitanya yang mempunyai ciri khas berpakaian sederhana dan sopan. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, di era globalisasi sekarang ini, nilai-nilai tersebut seolah-olah mulai memudar. Banyak remaja dan tak sedikit pula orang dewasa yang cara berpakaiannya mengikuti kebudayaan barat, pakaian yang mempertontonkan aurat yang sangat tidak mencerminkan kebudayaan asli Indonesia. Saya sebagai salah satu remaja Indonesia yang menyaksikan dan mengalami langsung dampak dari kabudayaan barat ini tidak menepis kemungkinan untuk terkena dampaknya. Tetapi semua itu harus di imbangi dengan pengendalian diri dan memperkuat iman dan taqwa kepada Tuhan YME, agar tidak terjerumus lebih jauh kedalam kebudayaan barat yang sedang melanda Negara Indonesia.
Referensi:

 http://annisazainal.wordpress.com/tag/pengertian-pertumbuhan-penduduk/